Berbagi …

Bismillaahirrahmaanirrahiym.

Alhamdulillaah, akhir-akhir ini diberi kesibukan oleh Allah. Teringat sebuah ayat Al Qur-an:

Maka jika engkau telah selesai suatu urusan, bersegeralah (mengerjakan urusan yang lain). Dan kepada Rabb mu hendaknya engkau berharap.

Di sela-sela kesibukan ini, seringkali aku harus berbagi untuk banyak hal, dari waktu, pikiran, dan lain-lain. Untuk hal ini, aku merasakan bahwa aku ini sangatlah lemah.

Duhai Rabbku, berilah kekuatan kepada hamba-Mu yang lemah ini, dan berikanlah barakah atas apa-apa yang Engkau rizqikan kepadaku.

Jadi terasa banyak hal sia-sia terjadi. Ketika mengerjakan A, maka fokus pikiran bisa jadi ke B. Begitu pula ketika mengerjakan B, fokusnya malah ke C. Dan seterusnya. Jadinya ketika mengerjakan sesuatu, tidak 100% resource yang ada digunakan dengan sebaik-baiknya. Hal ini lebih terasa lagi jika ada tekanan-tekanan, baik dari luar (deadline euy) atau dari dalam (males).

Semoga ada hikmah yang dapat dipetik dari sini. Semoga dipermudah penyelesaian urusan-urusan ini.

Rabbisyrah liy shadriy wa yassir liy amriy. Duhai Rabbku, lapangkanlah dadaku dan permudah bagiku urusanku. Amiyn.

Basis Data, Haruskah Normal ?

Sebuah pertanyaan menggelitikku. Apakah jika membuat basis data harus senormal mungkin? Dapatkah kita menyematkan suatu yang pada dasarnya satu / beberapa field basis data, menjadi sebuah isi?

Hm, dari pengalamanku sendiri hingga saat ini aku berusaha untuk membuat basis data senormal mungkin. Dan semua kemungkinan field aku jadikan field. Hal ini tentu saja berakibat pada banyaknya tabel yang harus dibuat. Beberapa waktu yang lalu aku sempat membuat basis data hingga 86 tabel!! Mungkin jumlah tabel ini relatif masih sedikit. Akan tetapi menurutku itu sudah terlampau banyak untuk aplikasi yang aku buat, yakni sebuah sistem informasi.

Baru saja aku melihat tabel di wordpress. Dan aku cukup terhenyak di salah satu tabel, yakni tabel {$prefix}_usermeta. Di sini isian tabel hanya berupa umeta_id {primary_key}, user_id {foreign key}, meta_key, dan meta_value. Dari sini kita bisa dapatkan bahwa tabel ini bersifat dinamis sekali. Sungguh sangat dimungkinkan aplikasi untuk dikembangkan. Kita hanya menambah meta_key di dalam versi aplikasi yang baru dan semuanya dapat berjalan lancar {mungkin hanya meta_key baru yang tidak kompatibel dengan aplikasi lama}. Ini tentu saja lebih baik daripada kita membuat field basis data per meta_key. Wow, mungkin dari aplikasiku di atas jika dibuat seperti tabel-tabel ini akan menjadi lebih minimal lagi.

wp basdat

Tetapi tentu saja, ada kelebihan pasti ada kekurangan dari pembuatan tabel-tabel seperti ini. Kekurangannya ialah beban di aplikasi menjadi lebih berat. Hal ini dikarenakan pengecekan masukan-masukan di basis data dilimpahkan ke aplikasi. Oleh karena itu, dalam memilih antara kedua hal tadi {mungkin masih ada pilihan-pilihan yang lain}, pengalaman, perencanaan, serta analisis kebutuhan pengembangan aplikasi yang tepat sangat diperlukan. Tidak bisa dijadikan patokan bahwa ini harus selalu lebih baik dari yang lain, karena masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Note: Terima kasih kepada Ibu Tricya W yang telah membimbing kami dalam memahami konsep basis data. Walaupun pemahaman saya masih minimal, namun itu menjadi dasar dan bekal saya untuk memahaminya secara lebih mendalam lagi. Juga kepada Ibu Putri yang senantiasa menekankan untuk berpikir dari dua sisi.