Melanjutkan postingan sebelumnya tapi dengan judul yang berbeda. Setelah gagal mengikuti ronda di malamnya, pagi harinya aku bangun pagi dan segera mempersiapkan diri untuk mengikuti acara kekeluargaan bersama teman-teman di Informatika.

Yang ikut kegiatan ini cukup banyak, sekitar 25 orang kalau tak salah. Dan bayarannya juga cukup besar, 25 ribu per orang. Yach, lumayanlah untuk melakukan refreshing di sela-sela kesibukan sehari-hari. Dan lagi, menurut rencana ada semacam sharing dan wejangan di dalam acara ini {soalnya yang mengadakan katanya dari Muslim Informatika, dan yang mengikuti acara kebanyakan adalah muslim}.

Acara dimulai dari jam 6 pagi kumpul di depan gerbang ITB, sekalian menunggu teman dan konsumsi. Akhirnya setelah 1 jam menunggu, tibalah waktu untuk berangkat. Kita berangkat dengan 4 buah mobil {katanya sih harusnya 5, tapi yang satu berangkat sendiri}. Aku sendiri naik mobil milik Datta, bersama Lukman dan Dwi. Karena belum mengenal rute, kami berjalan mengikuti mobil Eko.

Perjalanan sempat terhalang oleh kegiatan gerak jalan yang dilakukan sebuah partai {katanya ada ulang tahun}. Agak disesalkan juga kenapa gerak jalan itu malah menghambat arus jalan raya. Ini kan mengganggu kepentingan umum. Semoga di masa mendatang tidak ada kegiatan partai yang mengganggu lagi.

Akhirnya mobil yang kami tumpangi bergerak memutar, menghindari arak-arakan tersebut. Tujuan pertama ialah ke Margahayu, menjemput Dicky dan Arie K, soalnya keduanya yang membawa beberapa makanan dan perlengkapan, seperti tikar. Kemudian mobil melanjutkan perjalanan kembali. Di perjalanan ini aku sempat tertidur beberapa menit hingga memasuki daerah perkebunan teh.

Wow, pemandangannya indah sekali. Subhanallah, Maha suci Allah!

pemandangan1

Setelah itu, hampir tiba di tempat tujuan, kami sempat foto juga.

pemandangan2

Akhirnya tibalah kami di Situ Patengan. Setiba di sana, kami sempat berfoto di depan prasasti {sayangnya, aku sendiri tidak memiliki foto ini}. Lalu kami mencari tempat untuk beristirahat. Tempat yang dipilih di dekat danau.

situpatengan

Ada beberapa patah kata pengantar dari Ivan, dilanjutkan makan siang. Intinya, selain rekreasi, pada hari itu rencana akan ada ta’lim dan taushiyah dari kakak angkatan, tapi beliau berhalangan. Jadi, nanti acara sebelum zhuhur bebas, dan setelah zhuhur akan ada sharing dan taushiyah. Selesai makan, beberapa dari kami menawar jasa perahu untuk berkeliling.

perahu

Sebagian besar ada di kloter pertama {berapa orang yak?} yang menyewa perahu motor dengan tarif 10 ribu per keliling. Rombongan ini sempat singgah di batu cinta {Kenapa dinamakan begini, aku kurang begitu jelas. Hanya sebuah mitos menurutku, mungkin untuk menarik wisnu}. Lalu kloter kedua juga menyewa perahu, tetapi dayung sendiri selama 1 jam, dengan tarif yang sama.

Karena seluruh penumpang perahu yang mendayung perahu masih amatir, jadi perahu tidak jelas arahnya. Dan lagi, jika ada yang berubah posisi, perahu menjadi oleng dan menimbulkan dag-dig-dug di hati. Aku ikut rombongan ini, dan merasakan juga bagaimana rasanya mendayung {sampai pegal-pegal tangannya}. Tapi ada hikmah yang dapat diambil dari sini, yakni bisa sport jantung {ada ketakutan untuk merapat, menjalankan kapal di daerah karang, tidak berpengalaman untuk berlabuh}, mengingat kematian, mempererat kerjasama, dan taat kepada pemimpin {kemarin pada nggak taat ya?}.

selanjutnya …